MWA UT Benchmarking ke IPB, Pelajari Pengelolaan Bisnis dan Dana Abadi

Bagikan Berita

Bogor, 17 September 2026 — Majelis Wali Amanat (MWA) Universitas Terbuka (UT) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 17 September 2026. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperoleh pembelajaran dan praktik baik terkait pengelolaan bisnis serta pengembangan dana abadi pada Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

Benchmarking membahas tiga aspek utama, yaitu landasan hukum dan regulasi internal terkait investasi dan pengembangan dana abadi, model kelembagaan dan operasional, serta strategi fundraising dan investasi. Dalam pemaparannya, IPB menjelaskan bahwa pengembangan dana abadi diawali melalui penataan dan perapihan rekening-rekening proyek universitas serta optimalisasi peran alumni yang tersebar di berbagai perusahaan nasional.

Dalam pengelolaan investasi, dana abadi IPB ditempatkan pada instrumen dengan risiko yang terukur dengan mengutamakan prinsip kehati-hatian. MWA IPB menetapkan prioritas alokasi instrumen berdasarkan potensi imbal hasil, tingkat risiko, aspek perpajakan, skema instrumen, dan jangka waktu investasi. Penempatan dana abadi antara lain diprioritaskan pada sukuk wakaf dan sukuk ritel, sementara sebagian lainnya ditempatkan pada instrumen deposito.

Dari aspek kelembagaan, IPB menerapkan pemisahan fungsi regulator dan eksekutor. Badan Investasi dan Bisnis (BIB) menjalankan fungsi regulator, sedangkan Direktorat Pengelola Usaha Kampus (DPU) menjalankan fungsi eksekusi melalui Satuan Usaha Akademik (SUA) dan Satuan Usaha Penunjang (SUP). Untuk kegiatan usaha komersial, IPB membentuk Satuan Usaha Komersial (SUK) di bawah naungan PT BLST dengan IPB sebagai pemegang saham mayoritas.

IPB juga memperkuat profesionalisme pengelolaan usaha melalui perekrutan tenaga profesional sebagai General Manager pada DPU. Selain itu, pengelolaan aset universitas dibedakan berdasarkan pemanfaatan untuk kepentingan internal dan eksternal. Fakultas juga dapat berpartisipasi dalam pengelolaan SUP, termasuk penyewaan tenant, dengan tetap berada dalam pengawasan DPU. IPB turut mengembangkan grand design ekosistem produksi, retail, dan merchant yang saling terintegrasi untuk mendukung peningkatan pendapatan bisnis universitas.

Melalui kegiatan benchmarking ini, MWA UT memperoleh berbagai pembelajaran mengenai tata kelola dana abadi, pengembangan kelembagaan bisnis, profesionalisasi pengelolaan usaha, optimalisasi aset, serta strategi fundraising dan investasi. Hasil benchmarking tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengayaan bagi UT dalam memperkuat tata kelola dan pengembangan bisnis serta dana abadi secara berkelanjutan sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan universitas.